Pangkalan Gas 3 Kilogram Kosong ,Warga Susah Beli Gas diPengencer Diatas HET

Batam.AuditPos,com–Sebagian warga di Kota Baata terutama di batuaji Kec Sagulung untuk mendapat gas elpiji 3 kilogram hingga, kamis Jumat (7/11/2019).

Sudah dua pekan ini gas bersubsidi itu selalu kosong di pangkalan resmi. Gas tersedia di pedagang eceran namun harganya hampir dua kali lipat dari harga eceran diatas (HET).

Gas ini pun dibanderol Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu pertabung di kedua wilayah tersebut. Ini menyusahkan masyarakat.
Masyarakat merasa keberatan sebab selain susah didapat juga harus membelinya dengan harga yang jauh diatas harga eceran tertinggi dan untuk mendapatkan gess (HET).

Pangkalan resmi pada kosong semua, dua hri dipangkalan gas sudah habis yang ada ada di kios eceran tapi harganya Rp 30 ribu,” kata Aniasa warga Marina yang ditemui membeli gas melon di pinggir jalan di batu aji sagulung kamis (7/11/2019).

Anita juga menambahkan kita beli setiap pangkalan hari kamis sudah habis gas ada di pengencer jual harga di atas HET.
Berbeda dengan pedagang eceran, pasokan mereka stabil sebab mereka rajin mencari ke berbagai pangkalan yang ada stok gas.

Gas dibeli satu sampai dua tabung dalam satu pangkalan kemudian disimpan dan dijual dengan harga diatas HET untuk mendapatkan keuntungan.
Bukan diborong dari satu pangkalan ini, keliling juga kami,” kata Riki, pedagang gas eceran di perumnas Sagulung.
Kasihan lihat orang-orang susah nyari gas beli di warung pengencer dengsn harga tinggi .

Anita menyebut selaku warga batuaji ,kita minta kepada pihak Diperindag ,Pertamina ,untuk melakukan pengawasan kepada agen yang mengantar, dan pangkalan.

Sejumlah pangkalan resmi saat dikonfirmasi mengaku kelangkaan tersebut terjadi karena pasokan dari agen berkurang.

Pengurangan pasokan gas dari agen hampir mencapai 50 persen dari kuota normal yang diminta pihak pangkalan.
Pangkalan yang biasa mendapatkan 100 tabung gas misalkan, kini hanya dapat 60 hingga 70 tabung gas saja.

Ini tentu bermasalah sebab kuota yang diberi tersebut tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat sekitar lokasi pangkalan, sehingga terkesan langka.
Iya dikurangi. Saya biasa dapat 120 tabung, sudah dua minggu ini hanya terima 80 an tabung saja,” ujar Nita, pemilik pangkalan gas di daerah Aviari, Batuaji.

Padahal pengguna di sini hampir 200 kepala keluarga. Banyak yang tak kebagian jadi pada protes,” jelasnya.

Senada disampaikan Yanto, pemilik pangkalan lain di Marina, pasokan gas memang dikurangi dengan alasan yang tak pasti dari pihak agen.

Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, M Roby Hervindo, menjelaskan, tidak ada melakukan pengurangan pasokan gas 3 kilogram.“Tidak ada pengurangan kuota. Ini akan kami cek,” ujarnya.TIM

Share this post on Facebook