Proyek Irigasi Koto Kandis Dikerjakan CV. Surya GR Diduga Asal Jadi

Begitulah kondisi pekerjaan rehabilitasi pengairan dan irigasi Koto Kandis, Kabupaten Pesisir Selatan. proyek dikerjakan CV. Surya Gunung Rizano menuai hujatan masyarakat setempat.

Pesisir Selatan.Auditpos.com–Satu lagi, proyek di Dinas PSDA Provinsi Sumbar, bermasalah. Kali ini, terjadi pada pekerjaan rehabilitasi pegairan dan irigasi Koto Kandis, Kabupaten Pesisir Selatan. Pasalnya, pasangan batu yang dikerjakan CV Surya Gunung Rizano, senilai Rp1,9 miliar asal asalan. Dan, material yang digunakan diragukan, sebab diambil dilokasi tak berizin (kuary), sebab dari Balai Selasa.

Begitu juga pekerjaan pasangan batu saluran air di 12 titik, termasuk Koto Kandis, Tampunik dan Kayu Kalek, terkesan melabrak spesifikasi teknis dan adukan semen tak sesuai takaran. Buktinya, pasangan batu dikerjakan dalam kondisi berair, tanpa dilakukan penyedotan. Padahal, saat lelang salah satu persyaratan pompa penyedotan air, namun tak tersedia dilapangan

Parahnya lagi, proyek dengan konsultan PT. Wandra Cipts Engenering, pasangan batu tanpa koporan. Padahal, lokasi pekerjaan yang jauh dari pekerjaan keramaian tersebut, tanah berlumpur, sementara tak dilakukan penggaliaan untuk koporan. Diprediksi, saat tanah berlumpur tersebut terkikis air akan menimbulkan rongga dibagian bawah pasangan batu.

Carut marut pekerjaan proyek tersebut, semakin terlihat pasangan batu dalam kondisi berair, untuk pekerjaan tapak tanpa menggunakan papan bagesting, sehingga batu yang dipasang dalam kondisi berair tersebut diragukan mutu dan kualitasnya.

Adukan semen pada pekerjaan proyek tersebut, juga tak sesuai takaran. Buktinya, baru saja dikerjakan pasangan batu sudah ada yang retak. Bahkan, lining atau puncaknya dibeberapa titik sudah hancur.
Lagipula, dilokasi pekerjaan tak terlihat kotak takaran dan pekerja mengaduk berdasarkan kemauan saja, tanpa memperhatikan takaran yang tertuang dalam kontrak.

Material batu yang diambil secara liar di Sungai Pala tersebut dipasang dalam kondisi berlumpur. Soalnya, material batu yang akan dipasang berserakan dilumpur lokasi pekerjaan dan tak dilakukan pencucian saat dikerjakan.

Material batu yang dibeli secara liar di Sungai Lasa, juga diakui Erawadi dari PSDA, Kabupaten Pesisir Selatan. Katanya, material batu untuk pekerjaan pasangan batu di beli di Balai Selasa. “Itu perusahaan yang lansung membeli,” katanya.

Sementara, Ipil dari perusahaan nakal yang mengerjakan proyek tersebut mengaku, perusahaannya sudah bekerja sesuai SOP. Ia juga material dibeli dari masyarakat. “Material langsung dibeli dari masyarakat,” kilahnya.
Sementara, Rizal Direktur perusahaan tersebut saat dikonfirmasikan via Hp dan WA mengaku sedang dilokasi pekerjaan. Ia juga janji akan memberikan jawaban di Padang. Tiga hari dihubungi, tak diangkat sama sekali.tim

Share this post on Facebook