Jembatan II Barelang Batam Pembongkaran Kelapa dan Bawang .Diduga Ada Bercampur Miras

Batam.Auditpos.Com..Diduga penyebab utama maraknya peredaran narkotika. Ditambah dengan kurangnya pengawasan aparat, termasuk di pelabuhan resmi.apa lagi di pelabuhan illegal

Kapolda Kepri, Brigjen Pol Sam Budigusdian menegaskan sudah memerintahkan Kapolresta Barelang, Kompol Helmy Santika untuk mengawasi pelabuhan tikus ,terutama yang berada di kota Batam.

Pulau-pulau Kepri ini strategis banyak jalur masuknya. Saya sudah perintahkan Kapolres mengawasi,” ujar Sam Kapolda kepri berapa waktu lalu.Batam sendiri terdapat ratusan pelabuhan tikus. Keberadaan pelabuhan ini juga dinilai dapat mengancam keamanan Kepri.,ada ratusan pelabuhan dan saya sudah berkoordinasi dengan pihak TNI untuk menjaga perbatasa,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kombes Helmy Santika mengatakan selama ini pelabuhan tikus tersebut luput dari pengawasan. Sehingga menjadi jalur utama peredaran narkotika hingga TKI illegal,selama ini pelabuhan tikus menjadi pintu masuk dan kurang terpantau,” ujar Helmy.

Ia menegaskan akan mulai memperketat pengawasan pelabuhan tikus tersebut. Termasuk bandara, pelabuhan resmi, dan pelabuhan rakyat.Pengawasan akan lebih kita perketat lagi. Kita bekerjasama dengan petugas dari instansi lainnya, tegasnya.

Seperti salah satu pelabuhan yang berda di Balerang Jembatan dua ,Aktivitas pembongkaran dan muat Barang dipelabuhan tidak resmi di Barelang Batam Provinsi Kepulauan Riau sampai saat ini masih berjalan dengan leluasa.

Hal ini terjadi dikarenakan kurangnya pengawasan dari Instansi terkait.
Pelabuhan yang berada di jembatan 2 di Barelang diduga merupakan salah satu pelabuhan yang dijadikan oleh para mafia penyeludup,untuk membongkar barang barang dari kapal kayu asal karimun yang bermuatan Miras (Minuman Mengandung Alkohol) serta,Gula dan Beras.

Hasil pemantauan Auditpos.com,dilokasi kegiatan pembongkaran barang yang di duga Illegal dilakukan 2 sampai 3 kali dalam seminggu.aktivitas bongkar barang- barang tersebut dilakukan di malam hari,mulai pukul 19.00 sd pukul 24.00.Hal ini dilakukan untuk menghindari perhatian publik terhadap Aktivitas tersebut.

Diduga barang barang yang dibongkar tersebut tidak memiliki Dokumen Kepabeanan, Barang dibongkar dari Kapal juga tanpa ada pengawasan dari pihak terkait (Bea dan Cukai).

Setelah barang –barang dibongkar Kapal asal Karimun tersebut menuju pelabuhan jembatan 4 barelang untuk melakukan aktivitas muat Barang dari Batam dan dibawa ke Tanjung Balai Karimun, tanpa ada pengawasan dari pihak Instansi terkait.

Kapasitas muatan Kapal sekitar 150 sd 180 Ton.

Informasi yang dihimpun BINPers bahwa barang -barang tersebut berasal dari Negara Malaysia dan Singapura.yang pada awalnya barang barang di kirim ke Kabupaten Tanjung Balai Karimun juga masih termasuk provinsi Kepulauan Riau.Dan Kemudian Barang barang tersebut (Miras,Gula,Beras,bawang ) kemudian dipasarkan Ke Batam.

Diduga Mr.KWANTEK asal Karimun disebut sebut sebagai pemilik Kapal dan barang ,juga yang melakukan aktivitas Bongkar di pelabuhan jembatan 2.tersebut.

Diketahui pelabuhan laut resmi yang memperoleh izin dari Kementerian dinas Perhubungan ,serta Kawasan Pelabuhan yang di gunakan sebagai tempat bongkar dan muat di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam adalah Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar, Pelabuhan Sarana Citranusa Kabil/PT. SembCorp Logistics Citra Nusa, Pelabuhan Kawasan Industri Sewu/Beton Sekupang dan Pelabuhan Udara Hang Nadim.

Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang;Pelabuhan Ferry Domestik Telaga Punggur;Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center;Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay;Pelabuhan Ferry Internasional Nongsa Pura;Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang;Pelabuhan Ferry Teluk Senimba, Tanjung Uncang dan Sagulung.

Seharusnya pembongkaran barang-barang yang dapat memberikan kontribusi untuk pajak daerah secara jelas terhadap setiap pembongkaran keluar masuk daerah Kota Batam .

Irwansyah Ketua LSM LIRAM Lingkar Informasi Rakyat Madani Kepri, Menangapi dengan tegas diminta kepada pihak penegak hukum, juga kepada terkait untuk menertipkan setiap pelabuhan tidak resmi yang digunakan untuk pembongkaran Barang-barang yang berada di Kepri ini agar bisa di pungut pajak yang jelas untuk menambah pajak daerah.

Untuk kota Batam ini banyak pelabuhan Illegal yang digunakan untuk aktipitas tampa pengawasan dari pihak Bea Cukai .

Tidak diawasi pelabuhan tersebut tentu akan masuk barang –barang terlarang seprti Mikol dan Narkoba yang akan merusak generasi anak bangsa, kita minta kepada pihak terkait untuk melakukan pengawasan ketat dipelabuhan yang tidak resmi tersebut. Hasmi

Share this post on Facebook